Hukum Berhijrah dan Berjihad
(Hadits No.2 Riyadussholihin)
وعَنْ عَائِشَة رَضِيَ الله عنْهَا قَالَت قالَ النَّبِيُّ :
«لا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ، وَلكنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ ، وَإِذَا
اسْتُنْفرِتُمْ فانْفِرُوا» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ . وَمَعْنَاهُ : لا هِجْرَةَ مِنْ
مَكَّةَ لأَنَّهَا صَارَتْ دَارَ إِسْلامٍ .
Artinya
: “Tidak ada hijrah setelah penaklukan kota Makkah, akan tetapi yang ada adalah
jihad dan niat, dan jika kalian diminta berangkat (berjihad), maka
berangkatlah”. (muttafaq ‘alaih)
Artinya,
Tidak ada lagi hijrah dari Makkah, karena Makkah telah menjadi Darussalam
(negeri Islam).




