Donasi Tanah Wakaf

Donasi Tanah Wakaf

Cari Blog Ini

Pages - Menu

Pengunjung Blog

free counters
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2018

Riyadush Shalihin Bab Sabar Hadits ke-25

(Hadits tentang mizan, keutamaan sedekah, bersabar dll)

وعن أبي مالكٍ الحارث بن عاصم الأشعريِّ ، قَالَ : قَالَ رسولُ الله : (( الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمان ، والحَمدُ لله تَمْلأُ الميزَانَ ، وَسُبْحَانَ الله والحَمدُ لله تَملآن - أَوْ تَمْلأُ - مَا بَينَ السَّماوات وَالأَرْضِ، والصَّلاةُ نُورٌ ، والصَّدقةُ بُرهَانٌ ، والصَّبْرُ ضِياءٌ ، والقُرْآنُ حُجةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ . كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائعٌ نَفسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُها )) رواه مسلم
Dari Abu Malik al-Haarits bin ‘Ashim al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bersuci adalah setengah dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan alhamdulillah keduanya memenuhi apa yang ada antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti keimanan, kesabaran adalah sinar, dan al-Qur’an adalah hujjah yang membelamu atau justru mencelakakanmu. Setiap orang berangkat pagi-pagi untuk menjual dirinya, maka ada yang memerdekakan dirinya (dari api neraka) dan ada pula yang justru membinasakannya.” (HR. Muslim)

Kamis, 12 April 2018

Keutamaan Para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

وَلِكُلِّهِمْ قَـدْرٌ علا وَفَضْائلٌ   لكِنَّما الصِّديقُ مِنْهُمْ أَفْضَـل
Dan  setiap mereka memiliki kedudukan dan keutamaan yang sangat tinggi, tetapi As-siddiq (Abu Bakar red-) yang paling utama diantara mereka

Penjelasan Matan Lamiyah Ibnu Taimiyah :

  1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, telah menjelaskan dalam bait ini, bahwa para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, memiliki kedudukan dan keutamaan yang tinggi disisi Allah Subhanahu wata’aala. Sekaligus sebagai bantahan terhadap dua kelompok sesat yaitu Syi’ah rofidhoh dan Nawashib.

Minggu, 08 April 2018

Bertawassul Kepada Allah Dengan Amal Sholih, Bolehkah?
Syaikhul Islam Rahimahullah, berkata :
حُبُّ الصَّحابَةِ كُلهمْ لي مَذْهَبٌ      وَمَوَدَّةُ القُرْبى بِها أَتَوَسّــل
“Mencintai sahabat seluruhnya merupakan madzhabku, dan memberikan loyalitas kecintaan kepada kerabat nabi dengan itu aku Bertawassul.”
Penjelasan Matan Lamiyah Ibnu Taimiyah :
1.     Pengertian tawassul :
·        Tawassul adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan segala bentuk ibadah dan ketaatan kepada-Nya, serta Meninggalkan semua yang dilarang –Nya, dengan tujuan untuk menggapai ridha Allah Subhanahu Wata’ala.
2.     Macam-macam Tawassul :
Tawassul ada dua macam : Tawassul Yang Masyru’ (Tawassul yang disyari’atkan) dan tawassul gairu masyru’ (Tawassul yang tidak disyari’atkan)
v Tawassul Yang Masyru’ (Tawassul yang disyari’atkan) adalah tawasul yang ditetapkan dan dianjurkan  oleh Allah didalam Al Qur’an dan dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasalam, dalam Sunnah-sunnah Nya, Tawassul jenis ini ada tiga macam :
a.     Bertawassul kepada Allah dengan nama dan sifat-sifat-Nya.
Yaitu Seseorang memulai do’anya dengan memuji,mengagungkan,mensucikan dan menyebut nama-nama-Allah yang baik dan sifat-sifat-Nya yang tinggi. Agar pujian, pengagungan dan pensucian kepada Allah Subhanahu Wata’ala, sebagai wasilah (perantara) dikabulkan doa dan keinginan nya.
·        Para ‘Ulama sepakat bahwa bertawassul kepada Allah Ta’la dengan nama dan sifat-sifat-Nya di anjurkan, baik untuk perkara dunia maupun akhirat.
Dalil disyari’atkan bertawassul dengan nama dan sifat-sifat Allah yang indah dan baik :
·        Surat Al-a’raf ayat 180, Allah berfirman
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
Hanya milik Allah asmaa-ul husna(Nama-nama yang indah), maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu”.
·        Dari Anas Bin Malik Radhiallahu ‘Anhu,  Bahwa beliau bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, duduk, kemudian ada seorang laki-laki sholat kemudian berdo’a :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ " ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى (
“Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, Engkau yang memiliki segala pujian, tiada Tuhan selain Engkau yang esa tanpa sekutu, maha pemberi anugerah, yang menciptakan langit dan bumi, yang maha agung dan mulia, yang maha hidup dan mengurus segala sesuatu.” Rasulullah Saw bersabda: Dia telah berdoa dengan nama Allah yang agung, yang jika diminta dengan nama tersebut Allah akan mengabulkan. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan Nama-Nya yang Agung yang jika berdoa dengannya akan dikabulkan, jika diminta dengannya Dia akan member”.
b.     Bertawassul kepada Allah dengan Iman dan Amal Sholih.
·        Para ‘Ulama sepakat bahwa dibolehkannya bertawassul kepada Allah dengan ‘amal sholih yang telah dilakukannya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.
Dalil-dalil bolehnya bertawassul dengan ‘amal sholih adalah :
1)    Firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam surat Al-Kahfi ayat 110
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”
2)    Firman Allah dalam surat Al-Imran ayat 16
الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka
3)    Firman allah dalam surat Al-Imaran ayat 53
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah
4)    Dari Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘Anhu, saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
انْطَلَقَ ثَلاَثَةُ نَفضرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى آوَاهُمُ الْمَبِيتَ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوهُ ، فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمُ الْغَارَ فَقَالُوا إِنَّهُ لاَ يُنْجِيكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أَنْ تَدْعُوا اللَّهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ
“Ada tiga orang dari ummat sebelum kalian berangkat bepergian. mereka terpaksa bermalam di suatu gua kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu. Mereka berkata : “ bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari batu besar ini kecuali jika kalian berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan amalan baik kalian.”
قَالَ رَجُلٌ مِنْهُمُ اللَّهُمَّ كَانَ لِي شَيْخَانِ كَبِيرَانِ ، لاَ أَغْبِقُ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أوْ مَالاً ، فَنَأَى بِى طَلَبِ الشَّجَرِ يَوْمًا ، فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَا ، فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ فَكَرِهْتُ أَنْ أوقظهما وأَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أَوْ مَالاً ، فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عفي يَدَىَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا حَتَّى بَرَقَ الْفَجْرُ ، فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ ، فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا لاَ يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ منه.
Salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, aku mempunyai dua ibu bapak yang sudah  tua renta. Dan aku tidak pernah memberi minum susu kepada siapa pun sebelum keduanya minum. Aku lebih mendahulukan mereka berdua daripada keluarga dan budakku , Kemudian pada suatu hari, aku mencari kayu di tempat yang jauh. aku tidak pulang kecuali setelah sore, dan aku dapati ibu bapakku telah tertidur. Aku pun memerah susu dan aku dapati mereka sudah tertidur pulas. Aku pun enggan memberikan minuman tersebut kepada keluarga atau pun budakku. Seterusnya aku menunggu hingga mereka bangun dan ternyata mereka barulah bangun ketika Shubuh, dan gelas minuman itu masih terus di tanganku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka meminum minuman tersebut. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar  mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.

وَقَالَ الآخَرُ اللَّهُمَّ إنه كَانَتْ لِى بِنْتُ عَمٍّ كَانَتْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَىَّ ، فَرَاوَدْتها عَلى نَفْسِهَا ، فَامْتَنَعَتْ مِنِّى حَتَّى أَلَمَّتْ بِهَا سَنَةٌ مِنَ السِّنِينَ ، فَجَاءَتْنِى فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِينَ وَمِائَةَ دِينَارٍ عَلَى أَنْ تُخَلِّىَ بَيْنِى وَبَيْنَ نَفْسِهَا ، فَفَعَلَتْ حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا قَالَتْ لاَ أُحِلُّ لَكَ أَنْ تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلاَّ بِحَقِّهِ . فَانْصَرَفْتُ عَنْهَا وَهْىَ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَىَّ وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِى أَعْطَيْتُهَا ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ . فَانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ ، غَيْرَ أَنَّهُمْ لاَ يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ مِنْهَا
Yang lain berkata : “Ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang aku sangat menyukainya. Aku pun sangat menginginkannya. Namun ia menolak cintaku. Hingga berlalu beberapa tahun, ia mendatangiku (karena sedang butuh uang). Aku pun memberinya 120 dinar. Namun pemberian itu dengan syarat ia mau tidur denganku (alias: berzina). Ia pun mau. Sampai ketika aku ingin menyetubuhinya, keluarlah dari lisannya, “Tidak halal bagimu membuka cincin kecuali dengan cara yang benar (maksudnya: barulah halal dengan nikah, bukan zina).” Aku pun langsung tercengang kaget dan pergi meninggalkannya padahal dialah yang paling kucintai. Aku pun meninggalkan emas (dinar) yang telah kuberikan untuknya. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka lagi, namun mereka masih belum dapat keluar dari gua”


وَقَالَ الثَّالِثُ اللَّهُمَّ إِنِّى اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ وأَعْطَيْتُهُمْ أَجْرَهُمْ ، غَيْرَ رَجُلٍ وَاحِدٍ تَرَكَ الَّذِى لَهُ وَذَهَبَ فَثَمَّرْتُ أَجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنْهُ الأَمْوَالُ ، فَجَاءَنِى بَعْدَ حِينٍ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَدِّ إِلَىَّ أَجْرِى . فَقُلْتُ كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أَجْرِكَ مِنَ الإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ وَالرَّقِيقِ . فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ لاَ تَسْتَهْزِئْ بِى . فَقُلْتُ لاَ أَسْتَهْزِئُ بِكَ . فَأَخَذَهُ فَاسْتَاقَهُ فَلَمْ يَتْرُكْ مِنْهُ شَيْئًا ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ . فَانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوا يَمْشُونَ.

Orang ketiga berkata, “Ya Allah, aku dahulu pernah mempekerjakan beberapa pegawai lantas aku memberikan gaji pada mereka. Namun ada satu yang tertinggal yang tidak aku beri. Malah uangnya aku kembangkan hingga menjadi harta melimpah. Suatu saat ia pun mendatangiku. Ia pun berkata padaku, “Wahai hamba Allah, bagaimana dengan upahku yang dulu?” Aku pun berkata padanya bahwa setiap yang ia lihat itulah hasil upahnya dahulu (yang telah dikembangkan), yaitu ada unta, sapi, kambing dan budak. Ia pun berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah engkau bercanda.” Aku pun menjawab bahwa aku tidak sedang bercanda padanya. Aku lantas mengambil semua harta tersebut dan menyerahkan padanya tanpa tersisa sedikit pun. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini”. Lantas goa yang tertutup sebelumnya pun terbuka, mereka keluar dan berjalan. (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3404 dan Muslim no. 2743)
c.      Bertawassul kepada Allah dengan meminta doa dari orang sholih yang masih hidup.
·        Seorang muslim meminta kepada saudaranya yang sholih (Syaikh, Kiyai, Ustadz) untuk mendo’akannya kepada Allah supaya Allah menunaikan hajatnya, atau disembuhkan dari penyakitnya.
·        Atau seorang mukmin (Syaikh, Kiyai, Ustadz) atau yang lainnya mendo’akan saudara muslim yang lain tanpa diminta, seperti ketika ia melihat saudara nya dalam kesempitan. Maka ia berdo’a kepada Allah untuk menghilangkan kesempitan yang dialami saudaranya tersebut.

Dalil disyari’atkan bertawassul dengan do’a orang sholih :
1)    Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata: “Pernah terjadi musim kemarau pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkhutbah di hari Jum’at. Tiba-tiba berdirilah seorang Badui, ia berkata : ‘Wahai Rasulullah, telah musnah harta dan telah kelaparan keluarga. Lalu Rasulullah mengangkat kedua tangannya seraya berdo’a: “Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” Tidak lama kemudian turunlah hujan.
2)    Dari Anas Bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu (ketika terjadi paceklik) ia meminta hujan kepada Allah melalui do’a ‘Abbas bin ‘Abdil Muthalib Radhiyallahu anhu, lalu berkata: “Ya Allah, dahulu kami bertawassul kepada-Mu melalui Nabi kami, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Sekarang kami memohon kepada-Mu melalui paman Nabi kami, maka berilah kami hujan.” Ia (Anas bin Malik) berkata: “Lalu mereka pun diberi hujan.”
v Tawassul yang tidak disyari’atkan, Yaitu bertawassul kepada allah dengan sesuatu yang tidak disyari’atkan. Seperti bertawassul dengan kedudukan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dengan dzat makhluk atau bertawassul dengan menjadikan orang yang sudah meninggal sebagai perantara dalam ibadah, seperti berdoa’a dan meminta hajat kepada mereka.Tawassul semacam ini tidak disyari’atkan. wallahu a’lam bisshowab
3.     Dalam bait diatas Syaikhul Islam Rahimahullah, mengatakan :
وَمَوَدَّةُ القُرْبى بِها أَتَوَسّــل
“Saya bertawassul dengan mencintai kerabat Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”  Ini merupakan tawassul yang diperbolehkan, karena mencintai keluarga dan kerabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, termasuk amal sholih, dan bertawassul dengan amal sholih merupakan tawassul yang disyari’atkan dalam islam.
4.     Ibnu Katsir Rahimahullah berkata :
ولا تنكر الوصاة بأهل البيت ، والأمر بالإحسان إليهم ، واحترامهم وإكرامهم ، فإنهم من ذرية طاهرة ، من أشرف بيت وجد على وجه الأرض ، فخرا وحسبا ونسبا ، ولا سيما إذا كانوا متبعين للسنة النبوية الصحيحة الواضحة الجلية ، كما كان عليه سلفهم ، كالعباس وبنيه ، وعلي وأهل بيته وذريته ، رضي الله عنهم أجمعين .
“Dan kami tidak mengingkari wasiat (untuk memuliakan dan menghormati) Ahlil bait (keluarga nabi), perintah berbuat baik kepada mereka dan menghormati serta memuliakan mereka. karena sesungguhnya mereka berasal dari keturunan yang suci dari ahlil bait yang paling mulia di muka bumi ini, kedudukan dan kebanggaan-nya serta nasab-nya. Terutama jika mereka mengikuti sunnah nabi yang sahih,yang jelas dan terang. seperti yang telah dilakukan oleh para pendahulu mereka, seperti ‘Abbas dan anak-anaknya, ‘Ali dan ahlil bait serta keturunan-Nya.Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridha-Nya kepada mereka semua.”

-Wallahu A’lam Bisshowab-
Selesai ditulis, Ahad 23 Rajab 1439 H / 08 Maret 2018 , Maktabah al-hakam, Ponpes Tahfidz Putri Al-Mahmud, Aik Ampat dasan Geres.
Bahrul Ulum Ahmad Makki
(Pimpinan Pondok Tahfidz Putri Al-Mahmud & Pengasuh al-hakam.com)

Referensi :
 Al-Laali’ Al-Bahiyah Syarh Lamiyah Karya Syaikh Ahmad bin Abdullah Al-Mardawy Al-Hambaly
Syarah Lamiyah syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Karya Syaikh Yahya Bin ‘Ali Al-Hajuri
Al-Fawaid Al-bahiyah Fi Syarh Lamiyah Karya syaikh Muhammad Hizam al-Ba’dany
Ad-Duror Al-Aqdiyah fi Syarh Lamiyah Karya Syaikh Abu Hamzah Sa’ad Abdussalam An-Nazily
http://www.alukah.net/sharia/0/98263/




Kewajiban Mencintai Semua Sahabat Nabi
Syaikhul Islam Rahimahullah berkata :
حُبُّ الصَّحابَةِ كُلهمْ لي مَذْهَبٌ    وَمَوَدَّةُ القُرْبى بِها أَتَوَسَّــلُ
“Mencintai semua sahabat merupakan madzhabku, dan mencintai kerabat nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan itu aku bertawasul”.
Penjelasan Matan Lamiyah Ibnu Taimiyah :
1.     Sahabat adalah Siapa saja yang bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik dari kalangan manusia atau jin, lalu beriman kepada Nya dan mati dalam keadaan beriman.Walaupun pernah murtad, kemudian kembali lagi memeluk Islam.
2.     Malaikat yang bertemu dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak dikatakan sebagai sahabat karena Nabi tidak diutus untuk mereka.Inilah pendapat yang benar. Wallahu A’lam Bisshowab

Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bag.2
Kewajiban Berpegang Kepada Kebenaran Dan Hukum memuji diri sendiri

اسمَعْ كَلامَ مُحَقِّقٍ فِي قَـوْلـِهِ    لَا يَنْـثَنِي عَنْـهُ وَلَا يَتَبَـدَّلُ
“Dengarkanlah pembicaraan ahli tahqiq di dalam perkataannya, dimana Ia tidak pernah mundur dan berubah dari perkataannya”.
Penjelasan Matan Lamiyah :
Dalam ba’it syair ini syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menyanjung dan memuji dirinya, bahwa ia seorang ahli tahqiq yang tidak akan pernah mundur dan meninggalkan kebenaran yang ia yakini.Hal ini tidak bertentangan dengan ayat atau hadits-hadits yang melarang untuk memuji diri sendiri, karena didalamnya terdapat mashlahat syar’i. diantaranya supaya pembaca tidak ragu menerima apa yang akan disampaikan Syaikhul Islam karena beliau seoramg ‘Ulama yang ahli dan mumpuni dalam semua bidang ‘Ilmu agama.
Syarah Risalah Lamiyah Ibnu Taimiyah bag.1 : Bertanya Masalah Agama Kepada Ahlinya
يا سَائِليْ عَنْ مَذْهَبِيْ وعَقيدَتِيْ     رُزِقَ الهُدَى مَنْ لِلْهِدَايَةِ يَسْأَلُ
Wahai orang yang bertanya  tentang madzhab dan aqidahku, Semoga diberi anugrah petunjuk orang yang bertanya (meminta) tentang hidayah
Penjelasan Matan :
1.     Syaikhul Islam menulis risalah ringkas ini sebagai jawaban atas seseorang yang bertanya kepada beliau tentang aqidah dan madzhab yang diyakininya. Dan inilah yang sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim agar bertanya kepada ‘Ulama perkara-perkara yang tidak difahami dalam urusan agamanya, supaya ia beribadah berdasarkan ilmu dan petunjuk. Bukan karena ikut-ikutan.

Senin, 12 Agustus 2013

Hakikat Ajaran Syiah (1)

Posted by Unknown On Agustus 12, 2013 No comments
sesatnya syiah Hakikat Ajaran Syiah
Kasus pertikaian antara kelompok Sunni (Ahlussunnah wal Jama’ah) dan Syiah di Kabupaten Sampang, Madura, menjadi topik pembicaraan hangat tingkat nasional beberapa hari ini. Para tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan kedua kelompok pun diundang ke stasiun-stasiun TV nasional sebagai narasumber. Rakyat dari berbagai kalangan pun turut memperhatikan berita ini, sebagian mereka berselancar di dunia maya bertanya kepada “mbah google” untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan.

Awas Dukun

Posted by Unknown On Agustus 12, 2013 No comments

Fenomena Maraknya Perdukunan

Maraknya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif cukup kuat, tak Cuma jamu tradisional dan pijat refleksi, tapi pengobatan lewat makhluk halus seperti jin banyak diminati.
Konglomerat jin, misalnya juga ikut laris, para normal menurut istilah kerennya, dukun menurut istilah kampungnya, orang pintar / tua menurut istilah jawanya…telah bermunculan dimana-mana.
Sebutan boleh berbeda – beda, namun hakikatnya tetap sama, sama-sama menyimpang dan merusak aqidah islam yang benar.

Minggu, 24 Juni 2012

Pahala Berlimpah Para Pencari Nafkah

Posted by Unknown On Juni 24, 2012 No comments

Pahala Mencari Nafkah

Para pengusaha muslim harus memiliki dedikasi yang tinggi dalam mengembangkan usahanya, bersemangat memerangi kemalasan, mengenali medan usaha, tidak berputus asa dalam menghadapi kendala dan hambatan dalam berusaha sehingga menjadi pengusaha yang tangguh, mandiri dan mampu memberantas kemiskinan.  Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Tidak ada makanan yang dimakan seseorang yang lebih baik dari makanan yang merupakan usaha tangannya sendiri, karena Nabi Allah, Daud, makan dari hasil usaha tangannya sendiri.”
(1)

Jujur Dalam Bertaubat

Posted by Unknown On Juni 24, 2012 No comments
Kata tobat yang hanya di lisan tidak bisa menjadi bukti jujurnya bertobat. Selama dia belum membuktikan secara jujur dalam perubahan perilaku maupun tindakan, tobatnya tidak bisa disebut dengan tobat nasuha. Siapa yang berkata, “Aku bertobat”, tak boleh merasa telah bertobat hingga kata tobat tersebut memancarkan sinar hidayah dan bukti penyesalan penuh kejujuran dalam perilaku dan tindakan.

Untuk mengenali adanya kejujuran seorang hamba dalam bertobat, perhatikan hal-hal berikut:

Sabtu, 23 Juni 2012

Hakikat Tawakkal

Posted by Unknown On Juni 23, 2012 No comments

Oleh : Dr. ‘Abdullah bin ‘Umar ad-Dumaiji
Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa tawakkal merupakan keadaan yang muncul dari sekumpulan urusan, di mana hakikat tawakkal tidak akan sempurna, kecuali dengannya. Oleh karena itu, Ibnul Qayyim mengatakan, “Telah dikemukakan bahwa banyak dari ummat manusia yang menafsirkan tawakkal sebagai percaya sepenuhnya dan menjadikannya sebagai

Oleh: Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc.

Tidak terasa bulan yang kita nanti-nanti datang juga. Bulan yang kesembilan dalam kalender Hijriah. Bulan Ramadhan, itulah nama bulan ini sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

Bulan ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Al-Qur’an diturunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diutus pada bulan Ramadhan.
3. Pada bulan Ramadhan setan-setan akan

Oleh : Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
A. Pengantar
Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang mudah dan menganjurkan kemudahan. Hal ini sangat dimaklumi bersama. Hanya saja masalahnya, banyak orang salah paham dan meletakkan kemudahan ini bukan pada tempatnya,  sehingga dengan dimotori oleh hawa nafsu dia mencari pendapat-pendapat yang paling ringan dan ganjil dengan alasan penyesuaian zaman dan kemudahan Islam sekalipun pendapat tersebut sangat lemah dan bertentangan dengan dalil-dalil yang shohih. Lalu, bila mereka diingkari, dengan entengnya mereka akan

Tahukah Anda Di Mana Allah?

Posted by Unknown On Juni 23, 2012 No comments
Oleh : Ust. Abu Ubaidah Yusuf

Perjuangan gigih para ulama’ salaf dalam membela aqidah dari qoncangan faham-faham hitam Jahmiyyah sangatlah kuat, sehingga begitu banyak kitab para ulama yang berjudul “Ar-Radd ‘ala Jahmiyyah” (Bantahan Terhadap Jahmiyyah) seperti yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Utsman bin Sa’id Ad-Darimi, Ibnu Mandah, Ibnu Baththah dan lain sebagainya.
Sungguh benar Imam Ibnu Qayyim rahimahullah yang telah berkata:
“Pertempuran antara ahli hadits dengan kelompok Jahmiyyah lebih dahsyat daripada pertempuran antara pasukan kafir dengan pasukan Islam”.[1]

Senin, 18 Juni 2012


Aqidah ahlussunnah dibangun di atas dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah dan prinsip yang dipegang oleh para shohabat yang mulia, semoga Allah meridhai mereka semua. Aqidah yang bersih dan sangat jelas, tidak susah dipahami dan rumit.

Beda dengan lainnya yang bersandar kepada logika akal dan menakwil dalil-dalil naql (wahyu). Dimana mereka membangun aqidah keyakinan mereka di atas ilmu kalam. Itupun akhirnya para ahli kalam menjelaskan bahaya yang ada dalam ilmu kalam. Mereka menyesal karena habis waktu mereka dengan ilmu kalam, namun tidak sampai kepada

Minggu, 22 April 2012

Aqidah Imam Syafi’i - Rahimahullah -

Posted by Unknown On April 22, 2012 No comments
  Oleh : Abu Ubaidah Yusuf - Hafidzahullah -
Segala puji bagi Alloh yang membangkitkan para ulama pada setiap zaman di saat kekosongan para rosul, mereka menunjuki orang yang tersesat jalan, sabar menghadapi rintangan, menghidupkan orang mati dengan al-Qur‘an, dan menyalakan cahaya Alloh kepada orang-orang yang lelap dalam kebutaan. Betapa banyak korban Iblis yang mereka sembuhkan dan betapa banyak orang tersesat kebingungan yang mereka selamatkan!

Alangkah besarnya jasa mereka terhadap manusia, tetapi alangkah jeleknya
balasan manusia kepada mereka! Mereka menepis segala penyelewengan orang-orang yang berlebih-lebihan, kedustaan pembela kebatilan, dan penafsiran orang-orang jahil yang kebingungan — yang melepaskan tali fitnah dan mengibarkan bendera kebid’ahan, mereka berselisih dalam al-Qur‘an, menyelisihi kandungan al-Qur‘an, dan bersatu untuk meninggalkan al-Qur‘an, mereka berkata tentang Alloh dan kitab-Nya tanpa dasar ilmu, menyebarkan syubhat untuk menipu manusia yang dungu. Kita berlindung kepada Alloh dari fitnah yang menyesatkan.[1]

Site search