Donasi Tanah Wakaf

Donasi Tanah Wakaf

Cari Blog Ini

Pages - Menu

Pengunjung Blog

free counters
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2018

Dicabutnya Amanah Dari Hati Manusia

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Dicabutnya Amanah Dari Hati Manusia
عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه ، قَالَ : حدثنا رَسُول الله صلى الله عليه وسلم، حدِيثَينِ قَدْ رأيْتُ أحَدَهُمَا وأنا أنتظرُ الآخر : حدثنا أن الأمانة نَزلت في جَذرِ قلوبِ الرجال ، ثُمَّ نزل القرآن فعلموا مِنَ القرآن ، وعلِموا من السنةِ ، ثُمَّ حدّثنا عن رفع الأمانة ، فَقَالَ : (( يَنَامُ الرَّجُلُ النَّوْمَةَ فَتُقْبَضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبهِ ، فَيَظَلُّ أثَرُهَا مِثلَ الوَكْتِ ، ثُمَّ يَنَامُ النَّومَةَ فَتُقْبَضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبهِ ، فَيَظَلُّ أثَرُهَا مِثلَ أَثَرِ المَجْلِ ، كَجَمْرٍ دَحْرَجْتَهُ عَلَى رِجْلِكَ فَنَفِطَ ، فَتَرَاهُ مُنْتَبراً وَلَيسَ فِيهِ شَيءٌ )) ثُمَّ أخَذَ حَصَاةً فَدَحْرَجَهُ عَلَى رِجْلِهِ (( فَيُصْبحُ النَّاسُ يَتَبَايعُونَ ، فَلا يَكَادُ أحدٌ يُؤَدّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ : إنَّ في بَني فُلان رَجُلاً أميناً ، حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ : مَا أجْلَدَهُ ! مَا أَظْرَفَهُ ! مَا أعْقَلَهُ ! وَمَا في قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّة مِن خَرْدَل مِنْ إيمَان )) . وَلَقدْ أتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أيُّكُمْ بَايَعْتُ : لَئن كَانَ مُسْلِماً لَيَرُدَّنَّهُ عليَّ دِينهُ ، وَإنْ كَانَ نَصْرانِيّاً أَوْ يَهُودِياً لَيَرُدَّنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيهِ ، وَأَمَّا اليَوْمَ فَمَا كُنْتُ أُبَايعُ مِنْكُمْ إلاَّ فُلاناً وَفُلاناً )       مُتَّفَقٌ عَلَيهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan kepada kami dua hadits, salah satu dari keduanya telah saya lihat, dan sekarang saya sedang menunggu yang lainnya. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa amanah telah turun kelubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-qur’an, maka mereka mengetahui sebagian dari al-Qur-an, mengetahui sebagian dari as-Sunnah, dan beliau menceritakan kepada kami tentang terangkatnya amanah, beliau bersabda : “Seorang laki-laki tidur, lalu amanah di cabut dari hatinya, maka bekasnya masih tetap ada bagaikan noda hitam yang kecil, lalu dia tidur kemudian amanah dicabut lagi dari hatinya, maka bekasnya bagaikan lepuh(bengkak berisi air), seperti sebongkah bara api yang dijatuhkan pada kakimu, lalu ia melukainya sehingga engkau melihatnya melepuh, padahal didalamnya tidak apa-apa.kemudian Nabi (mencontohkan) dengan mengambil batu kerikil lalu menjatuhkan pada kakinya, pada pagi harinya manusia melakukan jual beli,tetapi hampir tidak ada seorangpun dari mereka yang  menunaikan amanah,hingga dikatakan, ‘Sesungguhnya di bani Fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya,’ dan dikatakan kepada seseorang, Alangkah sabarnya dia! Alangkah cerdik nya dia! dan Alangkah pandai nya dia! Sementara di dalam hatinya tidak ada keimanan seberat biji sawi pun. Telah datang kepadaku satu zaman di mana aku tidak pernah peduli kepada siapa saja di antara kalian aku melakukan jual beli, jika ia seorang muslim, maka keislamannya yang akan mengembalikan (amanah), dan jika seorang Nasrani, maka walinyalah yang akan mengembalikan (amanah) kepadaku. Adapun hari ini, maka aku tidak melakukan jual beli kecuali kepada si fulan dan si fulan.”

Perintah Menunaikan Amanah

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Perintah Menunaikan Amanah
قَالَ الله تَعَالَى : ) إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا (  [ النساء : 58]
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya”. (QS. An-Nisa’ 58)
وَقالَ تَعَالَى : ) إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً ( [ الأحزاب : 72 ] .
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS. Al-Ahzab 72)

Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

 Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan
(Riyadhussholihin Hadits No.4)
وعَنْ أبي عَبْدِ اللَّهِ جابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ رضِيَ الله عنْهُمَا قَالَ ( كُنَّا مَع النَّبِيِّ  في غَزَاة فَقَالَ: إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيراً ، وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِياً إِلاَّ كانُوا مَعكُم حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ» وَفِي روايَةِ : «إِلاَّ شَركُوكُمْ في الأَجْرِ ) رَواهُ مُسْلِم . ورواهُ البُخَارِيُّ  عَنْ أَنَسٍ قَالَ ( رَجَعْنَا مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ مَعَ النَّبِيِّ فَقَالَ: «إِنَّ أَقْوَامَاً خلْفَنَا بالمدِينةِ مَا سَلَكْنَا شِعْباً وَلاَ وَادِياً إِلاَّ وَهُمْ مَعَنَا ، حَبَسَهُمْ الْعُذْرُ ) رواه البخاري

Dari Abu Abdillah Jabir beliau berkata: kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu peperangan, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya beberapa orang di Madinah tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan dan tidak pula kalian melewati satu wadi (lembah) kecuali mereka bersama kalian, mereka ditahan oleh penyakit”. Dan dalam riwayat lain : “Kecuali mereka bersama kalian dalam pahala”. [HR Muslim]

Minggu, 22 April 2012

Keajaiban Hadits Lalat [1]

Posted by Unknown On April 22, 2012 No comments
Oleh : Abu Ubaidah Yusuf - Hafidzahullah -
Fenomena pengingkaran terhadap sunnah semakian menggeliat di masa kini. Berbagai media telah berjasa besar untuk propaganda tersebut. Semakin banyak kader-kader yang disiapkan untuk menyerang hadits Nabi. Mereka menempuh beberapa jalur untuk menuju ke terminalnya, sekalipun berbeda jalannya namun tujuan tetap sama.
Imam asy-Syathibi menjelaskan metode ahli bid’ah tersebut dengan ucapannya:
“Mereka menolak hadits-hadits yang dianggap tidak sesuai dengan tujuan dan madzhabnya. Mereka menuduhnya tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh dalil. Karenanya, mereka mengingkari adanya siksa kubur, jembatan, timbangan, melihat Allah di akherat. Demikian pula hadits lalat yang menerangkan bahwa salah satu sayapnya terdapat penyakit dan dalam sayap lainnya terdapat obat penawarnya dan lalat ini mendahulukan sayap yang mengandung penyakit, dan hadits-hadits lainnya yang shahih dan diriwayatkan dengan benar.

Imam Syafi'i Sang Pembela Hadits

Posted by Unknown On April 22, 2012 No comments
Oleh : Abu Ubaidah Yusuf - Hafidzahullah -
Salah satu pilar utama dan landasan mendasar bagi manhaj salafi adalah perhatian terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dari segi penelitian keshohihannya, mempelajari kandungan maknanya, membelanya dari hujatan, mengamalkan kandungannya, dan menebarkannya kepada khalayak manusia. Hal itu merupakan tanda utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ahli Hadits, dan Salafiyyun.

Tidak demikian halnya dengan kelompok-kelompok
lainnya. Kelompok-kelompok selain Ahlus Sunnah, mereka kurang perhatian terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tidak bisa membedakan mana hadits yang shohih dan tidak. Bahkan terkadang mereka bersandar pada akal dan hawa nafsunya. Lebih parah lagi, bahkan ada yang berani menggugat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menentangnya.[1]

Site search