Donasi Tanah Wakaf

Donasi Tanah Wakaf

Cari Blog Ini

Pages - Menu

Pengunjung Blog

free counters

Minggu, 08 April 2018


Syarah Lamiyah Ibnu Taimiyah Bag.2
Kewajiban Berpegang Kepada Kebenaran Dan Hukum memuji diri sendiri

اسمَعْ كَلامَ مُحَقِّقٍ فِي قَـوْلـِهِ    لَا يَنْـثَنِي عَنْـهُ وَلَا يَتَبَـدَّلُ
“Dengarkanlah pembicaraan ahli tahqiq di dalam perkataannya, dimana Ia tidak pernah mundur dan berubah dari perkataannya”.
Penjelasan Matan Lamiyah :
Dalam ba’it syair ini syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menyanjung dan memuji dirinya, bahwa ia seorang ahli tahqiq yang tidak akan pernah mundur dan meninggalkan kebenaran yang ia yakini.Hal ini tidak bertentangan dengan ayat atau hadits-hadits yang melarang untuk memuji diri sendiri, karena didalamnya terdapat mashlahat syar’i. diantaranya supaya pembaca tidak ragu menerima apa yang akan disampaikan Syaikhul Islam karena beliau seoramg ‘Ulama yang ahli dan mumpuni dalam semua bidang ‘Ilmu agama.
Syarah Risalah Lamiyah Ibnu Taimiyah bag.1 : Bertanya Masalah Agama Kepada Ahlinya
يا سَائِليْ عَنْ مَذْهَبِيْ وعَقيدَتِيْ     رُزِقَ الهُدَى مَنْ لِلْهِدَايَةِ يَسْأَلُ
Wahai orang yang bertanya  tentang madzhab dan aqidahku, Semoga diberi anugrah petunjuk orang yang bertanya (meminta) tentang hidayah
Penjelasan Matan :
1.     Syaikhul Islam menulis risalah ringkas ini sebagai jawaban atas seseorang yang bertanya kepada beliau tentang aqidah dan madzhab yang diyakininya. Dan inilah yang sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim agar bertanya kepada ‘Ulama perkara-perkara yang tidak difahami dalam urusan agamanya, supaya ia beribadah berdasarkan ilmu dan petunjuk. Bukan karena ikut-ikutan.

Sebab-Sebab Yang Memperkokoh Persaudaraan Antar Sesama Muslim
قَالَ تَعَالَى : ) إِنَّمَا المُؤْمِنُونَ إخْوَةٌ ( [ الحجرات : 10 ]
Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al Hujurat: 10).
Penjelasan dan tafsir Surat Al-Hujurat ayat 10 :
1.     ‘Ulama Tafsir berkata tentang ayat diatas, Bahwa kata ( إِنَّمَا ) menunjukkan makna membatasi, membatasi persaudaraan hanya sesama mukmin, tidak ada persaudaraan antara orang mukmin dan orang kafir.

TAUBATNYA WANITA YANG BERZINA

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Taubatnya wanita yang berzina
وَعَنْ أبي نُجَيد - بضَمِّ النُّونِ وفتحِ الجيم - عِمْرَانَ بنِ الحُصَيْنِ الخُزَاعِيِّ رضي الله عنهما : أنَّ امْرَأةً مِنْ جُهَيْنَةَ أتَتْ رسولَ الله وَهِيَ حُبْلَى مِنَ الزِّنَى ، فقالتْ : يَا رسولَ الله ، أصَبْتُ حَدّاً فَأَقِمْهُ عَلَيَّ ، فَدَعَا نَبيُّ الله وَليَّها ، فقالَ : أَحْسِنْ إِلَيْهَا ، فإذا وَضَعَتْ فَأْتِني ، فَفَعَلَ فَأَمَرَ بهَا نبيُّ الله ، فَشُدَّتْ عَلَيْهَا ثِيَابُهَا، ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَرُجِمَتْ، ثُمَّ صَلَّى عَلَيْهَا. فقالَ لَهُ عُمَرُ: تُصَلِّي عَلَيْهَا يَا رَسُول الله وَقَدْ زَنَتْ ؟ قَالَ: (( لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ سَبْعِينَ مِنْ أهْلِ المَدِينَةِ لَوَسِعَتْهُمْ، وَهَلْ

Perintah Tolong Menolong Dalam Kebaikan

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Perintah Tolong Menolong Dalam Kebaikan
قَالَ الله تَعَالَى : ) وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى ( [ المائدة : 2 ]
“Dan tolong menolonglah kalian dalam berbuat  kebajikan dan ketaqwaan”. (QS. Al-Maidah 2)

Penjelasan dan Tafsir ayat :
1.     Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata : “Allah Subhanahu wa ta’ala  memerintahkan hambanya yang beriman untuk saling tolong menolong dalam kebaikan, inilah yang dimaksud dengan Al-Bir (kebajikan) dan meninggalkan kemungkaran, inilah taqwa, dan melarang mereka saling menolong dalam kebatilan,dosa dan yang haram”.

Dicabutnya Amanah Dari Hati Manusia

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Dicabutnya Amanah Dari Hati Manusia
عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه ، قَالَ : حدثنا رَسُول الله صلى الله عليه وسلم، حدِيثَينِ قَدْ رأيْتُ أحَدَهُمَا وأنا أنتظرُ الآخر : حدثنا أن الأمانة نَزلت في جَذرِ قلوبِ الرجال ، ثُمَّ نزل القرآن فعلموا مِنَ القرآن ، وعلِموا من السنةِ ، ثُمَّ حدّثنا عن رفع الأمانة ، فَقَالَ : (( يَنَامُ الرَّجُلُ النَّوْمَةَ فَتُقْبَضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبهِ ، فَيَظَلُّ أثَرُهَا مِثلَ الوَكْتِ ، ثُمَّ يَنَامُ النَّومَةَ فَتُقْبَضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبهِ ، فَيَظَلُّ أثَرُهَا مِثلَ أَثَرِ المَجْلِ ، كَجَمْرٍ دَحْرَجْتَهُ عَلَى رِجْلِكَ فَنَفِطَ ، فَتَرَاهُ مُنْتَبراً وَلَيسَ فِيهِ شَيءٌ )) ثُمَّ أخَذَ حَصَاةً فَدَحْرَجَهُ عَلَى رِجْلِهِ (( فَيُصْبحُ النَّاسُ يَتَبَايعُونَ ، فَلا يَكَادُ أحدٌ يُؤَدّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ : إنَّ في بَني فُلان رَجُلاً أميناً ، حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ : مَا أجْلَدَهُ ! مَا أَظْرَفَهُ ! مَا أعْقَلَهُ ! وَمَا في قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّة مِن خَرْدَل مِنْ إيمَان )) . وَلَقدْ أتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أيُّكُمْ بَايَعْتُ : لَئن كَانَ مُسْلِماً لَيَرُدَّنَّهُ عليَّ دِينهُ ، وَإنْ كَانَ نَصْرانِيّاً أَوْ يَهُودِياً لَيَرُدَّنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيهِ ، وَأَمَّا اليَوْمَ فَمَا كُنْتُ أُبَايعُ مِنْكُمْ إلاَّ فُلاناً وَفُلاناً )       مُتَّفَقٌ عَلَيهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan kepada kami dua hadits, salah satu dari keduanya telah saya lihat, dan sekarang saya sedang menunggu yang lainnya. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa amanah telah turun kelubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-qur’an, maka mereka mengetahui sebagian dari al-Qur-an, mengetahui sebagian dari as-Sunnah, dan beliau menceritakan kepada kami tentang terangkatnya amanah, beliau bersabda : “Seorang laki-laki tidur, lalu amanah di cabut dari hatinya, maka bekasnya masih tetap ada bagaikan noda hitam yang kecil, lalu dia tidur kemudian amanah dicabut lagi dari hatinya, maka bekasnya bagaikan lepuh(bengkak berisi air), seperti sebongkah bara api yang dijatuhkan pada kakimu, lalu ia melukainya sehingga engkau melihatnya melepuh, padahal didalamnya tidak apa-apa.kemudian Nabi (mencontohkan) dengan mengambil batu kerikil lalu menjatuhkan pada kakinya, pada pagi harinya manusia melakukan jual beli,tetapi hampir tidak ada seorangpun dari mereka yang  menunaikan amanah,hingga dikatakan, ‘Sesungguhnya di bani Fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya,’ dan dikatakan kepada seseorang, Alangkah sabarnya dia! Alangkah cerdik nya dia! dan Alangkah pandai nya dia! Sementara di dalam hatinya tidak ada keimanan seberat biji sawi pun. Telah datang kepadaku satu zaman di mana aku tidak pernah peduli kepada siapa saja di antara kalian aku melakukan jual beli, jika ia seorang muslim, maka keislamannya yang akan mengembalikan (amanah), dan jika seorang Nasrani, maka walinyalah yang akan mengembalikan (amanah) kepadaku. Adapun hari ini, maka aku tidak melakukan jual beli kecuali kepada si fulan dan si fulan.”

Tanda-Tanda Orang Munafiq

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Tanda-Tanda Orang Munafiq

وعن أَبي هريرة : أن رَسُول الله ، قَال ( آيةُ المُنافقِ ثلاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعدَ أخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَان ) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ . وفي رواية ( وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أنَّهُ مُسْلِم
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tanda orang munafik itu ada tiga : Apabila berkata dia berdusta, apabila berjanji dia menyalahi, dan apabila diberi amanat dia berkhianat”. (Muttafaq ‘Alaihi) Dan dalam suatu riwayat : “Meskipun dia berpuasa, shalat, dan mengaku bahwa dia muslim”.

Syukuri Nikmat Allah Dengan Beribadah KepadaNya

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments
Syukuri Nikmat Allah Dengan Beribadah Kepada Allah Subhanahu Wata'ala
Ceramah Singkat : Ustadz Bahrul Ulum Ahmad Makki

Perintah Menunaikan Amanah

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Perintah Menunaikan Amanah
قَالَ الله تَعَالَى : ) إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا (  [ النساء : 58]
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya”. (QS. An-Nisa’ 58)
وَقالَ تَعَالَى : ) إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولاً ( [ الأحزاب : 72 ] .
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS. Al-Ahzab 72)

Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

 Keutamaan Berniat Melakukan Kebaikan
(Riyadhussholihin Hadits No.4)
وعَنْ أبي عَبْدِ اللَّهِ جابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ رضِيَ الله عنْهُمَا قَالَ ( كُنَّا مَع النَّبِيِّ  في غَزَاة فَقَالَ: إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيراً ، وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِياً إِلاَّ كانُوا مَعكُم حَبَسَهُمُ الْمَرَضُ» وَفِي روايَةِ : «إِلاَّ شَركُوكُمْ في الأَجْرِ ) رَواهُ مُسْلِم . ورواهُ البُخَارِيُّ  عَنْ أَنَسٍ قَالَ ( رَجَعْنَا مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ مَعَ النَّبِيِّ فَقَالَ: «إِنَّ أَقْوَامَاً خلْفَنَا بالمدِينةِ مَا سَلَكْنَا شِعْباً وَلاَ وَادِياً إِلاَّ وَهُمْ مَعَنَا ، حَبَسَهُمْ الْعُذْرُ ) رواه البخاري

Dari Abu Abdillah Jabir beliau berkata: kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu peperangan, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya beberapa orang di Madinah tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan dan tidak pula kalian melewati satu wadi (lembah) kecuali mereka bersama kalian, mereka ditahan oleh penyakit”. Dan dalam riwayat lain : “Kecuali mereka bersama kalian dalam pahala”. [HR Muslim]

Hukum Berhijrah dan Berjihad

Posted by Unknown On April 08, 2018 No comments

Hukum Berhijrah dan Berjihad
(Hadits No.2 Riyadussholihin)

وعَنْ عَائِشَة رَضِيَ الله عنْهَا قَالَت قالَ النَّبِيُّ : «لا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ، وَلكنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ ، وَإِذَا اسْتُنْفرِتُمْ فانْفِرُوا» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ . وَمَعْنَاهُ : لا هِجْرَةَ مِنْ مَكَّةَ لأَنَّهَا صَارَتْ دَارَ إِسْلامٍ .
Artinya : “Tidak ada hijrah setelah penaklukan kota Makkah, akan tetapi yang ada adalah jihad dan niat, dan jika kalian diminta berangkat (berjihad), maka berangkatlah”. (muttafaq ‘alaih)
Artinya, Tidak ada lagi hijrah dari Makkah, karena Makkah telah menjadi Darussalam (negeri Islam).

Seseorang Akan Dibangkitkan Sesuai Dengan Niatnya
وَعَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائشَةَ رَضيَ الله عنها قالت: قال رسول الله : «يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ فَإِذَا كَانُوا ببيْداءَ مِنَ الأَرْضِ يُخْسَفُ بأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ ». قَالَتْ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ يُخْسَفُ بَأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنهُمْ ،؟ قَالَ : «يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِم وَآخِرِهِمْ ، ثُمَّ يُبْعَثُون عَلَى نِيَّاتِهِمْ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ : هذا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ .

“Dari Ummul mukminin, Ummu Abdullah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ada satu pasukan menyerbu ka’bah, maka tatkala mereka berada ditanah lapang, mereka dibenamkan dibumi, dari awal pasukan hingga akhirnya, Aisyah berkata, “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin mereka dibenamkan dari awal hingga akhirnya, padahal ditengah-tengah mereka ada pasar-pasar mereka dan orang-orang yang bukan dari mereka? Beliau menjawab, “Dibenamkan dari awal hingga akhir mereka kemudian mereka dibangkitkan berdasarkan niat-niat mereka”. (Muttafaq ‘Alaih, dan ini lafadz bukhari).

Kamis, 01 Februari 2018

Bismillah .....
Telah dibuka kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk ikut serta wakaf pembebasan lahan dalam rangka perluasan Pondok Tahfidz Putri "Al-Mahmud Al-Islamy" Lombok Barat NTB.
Alamat : Jln. Ponpes Al-Mahmud, Aik Ampat, Kel. Dasan Geres, Kec. Gerung, Kab. Lombok Barat NTB. 

Lahan yang berada di tengah pemukiman cukup padat ini memiliki luas kurang lebih 300 m2. Dan untuk membebaskan tanah tersebut dibutuhkan dana mencapai 100.050.000 Rupiah.
InsyaAllah lahan itu akan digunakan untuk  ruang belajar santriwati Pondok tahfidz "Al-Mahmud" Aik Ampat Lombok.

Site search